Pendidikan Agama Islam merupakan bimbingan jasmani,
rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya
kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Dengan pengertian yang lain
sering kali beliau mengatakan kepribadian yang memiliki nalai-nilai agama
Islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam, dan
bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Pembelajaran ini di buka di buka mulai dari Perilaku Tercela bukuini terbagi menjadi ke
dalam 5 BAB sebagai berikut :
BAB 1 Ananiah
BAB ini memuat tentang peringatan sifat,
bahaya, dan cara menghindari perilaku
Ananiah .
Bab 2 Ghodob
BAB ini memuat tentang perngertian bahaya
dan cara menghindari Ghodob dan cara pengertian Ghodob
BAB 5 Naminah
BAB ini membuat tentang Peringatan , Contoh
Perilaku,dan cara menghindari Naminah
BAB 2
B.
Gadab
1. Pengertian Gadab
Gadab (marah) secara bahasa artinya keras, kasar,
dan padat. Orang yang marah (pemarah) di sebut gadib. Gadab merupakan
antonim(lawan kata)dari rida dan hilm(murah hati). Secara istilah, gadab
berarti sikap seseorang yang mudah marah karena tidak senang terhadap perlakuan
atau perbuatan orang lain. Amarah selalu mendorong manusia bertingkah laku
buruk atau jahat. Seorang pemarah tergolong lemah imannya karena berpandangan
picik dan tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya. Sebaliknya, jika seorang
berpandangan luas dan dapat mengendalikan hawa nafsunya, maka ia akan bersikap
arif atau bijaksana dalam menyelesaikan setiap masalah.
Orang mukmin yang baik selalu bersedia memaafkan
kesalahan saudaranya, baik yang diminta ataupun tidak,karena hanya mengharapkan
keridaan Allah swt.
"Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat
kebajikan.” ( QS. Ali Imran : 134 )
Contoh Ghadab; marah tanpa sebab, mudah
tersinggung, tidak bisa mengendalikan diri.
2. Menghindari
Perilaku Gadab
Adapun untuk menghindari perilaku gadab
diantaranya:
a. Senantiasa membaca istigfar sambil menarik
napas panjang.
b. Meninggalkan factor-faktor yang menyebabkan
timbulnya marah.
c. Menyadari bahwa perilaku amarah sangat dibenci
Allah swt. dan manusia
d. Berusaha belajar memiliki sikap lapang dada dan
mudah memaafkan orang lain.
3. Akibat buruk
sifat ghadab atau pemarah antara lain :
a. Dibenci Allah, Rasul-Nya, dan manusia.
b. Dapat merusak iman seseorang.
c. Menimbulkan dendam dan sakit hati.
d..Menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan ,
sehingga merusak persahabatan dan persaudaraan.
BAB 3
A.
Hasad
1. Pengertian Hasad
Hasad (dengki) secara bahasa berarti menaruh
perasaan benci, tidak suka karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan
orang lain. Secara istilah ialah usaha seseorang untuk mempengaruhi orang lain
supaya tidak senang terhadap orang yang memperoleh keberuntungan atau karunia
dari Allah swt. Hasad biasanya timbul karena adanya permusuhan dan atau
persaingan untuk saling menjatuhkan. Hasad merupakan penyakit rohani yang
sangat berbahaya, karena harus dijauhi. Apabila dibiarkan ,akan dapat merusak
dan menghilangkan semua amal kebaikan seseorang.
Rasulullah saw. bersabda :
Artinya : “jauhkanlah dirimu dari sifat hasad
karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan , ibarat api yang membakar
kayu.” (HR. Abu Daud )
Contoh Hasad; mencemarkan nama baik orang lain,
menjelek-jelekan orang lain karena iri, dan suka memusuhi orang lain.
2. Menghindari
Perilaku Hasad
Cara menghindari perilaku hasad antara lain :
a. Berusaha untuk mensyukuri setiap nikmat yang
diberikan Allah swt.
b. Menyadari bahwa perilaku hasad sangat berbahaya
dan harus dijauhi
c. Menyadari bahwa perilaku hasad dapat menghapus
segala kebaikan yang dilakukan
d. Berpikir positif atas segala kejadian yang
menimpa kita.
e. Tetap percaya diri dan optimis dengan
kekurangan yang kita miliki.