Showing posts with label Keagamaan. Show all posts
Showing posts with label Keagamaan. Show all posts
Shalat Jama’ dan Qashar

Shalat Jama’ dan Qashar

A. Pengertian Shalat Jama’ dan hukumnya
Shalat jama’ artinya shalat yang dikumpulkan dari dua shalat dalam satu waktu, yaitu shalat dzuhur dengan shalat ashar dan shalat maghrib dengan shalat isya. Adapun hukum melakukannya rukhsha (keringanan) berarti jaiz (boleh). Dilaksanakannya boleh di awal (taqdim) boleh di akhir (takhir). Ini dilakukan saaat berpergiaan (musafir) atrau dalam perang atau  karena hujan lebat.
Dari Mua’adz r.a, bahwasannya Nabi SAW. Dalam perang tabuk apabila matahari telah tergelincir sebelum ia pergi maka ia menjama’ zhuhur dengan ashar (taqdim) dan apabila ia berangkat sebelum tergelincir matahari ia akhirkan zhuhur sehingga datang ashar (takhir) dan shalat maghrib pun demikian.

B. Pengertian Shalat qashar dan Hukumnya
Adapun Qashar artinya meringkas shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Inipun dilakukan dalam perjalanan dan ini biasa disertakan shalat jama’.
Firman Allah SWT :

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي اٌلأَرْضِ فَلْىَسَ عَلَىِكُمْ خُنَا حُ أَ نْ تَقْصُرُوْ أ مِنَ ا لصَّلَوَ ةِ إِ نْ خِفْتُمْ أَ ن ىَفْتِنَكُمُ ا لَّذِ ىْنَ كَفَرُ وَا إِنَّ الْكَفِرِ ىْنَ كَا نُوْا لَكُمْ عَدُ وُّا مُّبِىْنًا                                                             

Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, Maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Q.S An-Nisa : 101)


Jadi bagi musafir dalm melakukan jama’ saja atau jama’ dan qashar. Hukum melaksanakannya shalat jama’ dan qashar yaitu jaiz (boleh).
Read More
Perilaku Tercela

Perilaku Tercela

     
                     

PENDAHULUAN
    Pendidikan Agama Islam merupakan bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Dengan pengertian yang lain sering kali beliau mengatakan kepribadian yang memiliki nalai-nilai agama Islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam, dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.    
    Pembelajaran ini di buka di buka mulai dari  Perilaku Tercela bukuini terbagi menjadi ke dalam 5 BAB sebagai berikut : 
BAB 1 Ananiah
     BAB ini memuat tentang peringatan sifat, bahaya, dan cara menghindari perilaku  Ananiah .
Bab 2 Ghodob 
   BAB ini memuat tentang perngertian bahaya dan cara menghindari Ghodob dan cara pengertian Ghodob
BAB 5 Naminah
  BAB ini membuat tentang Peringatan , Contoh Perilaku,dan cara menghindari Naminah






BAB 2
B. Gadab
1. Pengertian Gadab
Gadab (marah) secara bahasa artinya keras, kasar, dan padat. Orang yang marah (pemarah) di sebut gadib. Gadab merupakan antonim(lawan kata)dari rida dan hilm(murah hati). Secara istilah, gadab berarti sikap seseorang yang mudah marah karena tidak senang terhadap perlakuan atau perbuatan orang lain. Amarah selalu mendorong manusia bertingkah laku buruk atau jahat. Seorang pemarah tergolong lemah imannya karena berpandangan picik dan tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya. Sebaliknya, jika seorang berpandangan luas dan dapat mengendalikan hawa nafsunya, maka ia akan bersikap arif atau bijaksana dalam menyelesaikan setiap masalah.
Orang mukmin yang baik selalu bersedia memaafkan kesalahan saudaranya, baik yang diminta ataupun tidak,karena hanya mengharapkan keridaan Allah swt.
"Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” ( QS. Ali Imran : 134 )
Contoh Ghadab; marah tanpa sebab, mudah tersinggung, tidak bisa mengendalikan diri.

2. Menghindari Perilaku Gadab
Adapun untuk menghindari perilaku gadab diantaranya:
a. Senantiasa membaca istigfar sambil menarik napas panjang.
b. Meninggalkan factor-faktor yang menyebabkan timbulnya marah.
c. Menyadari bahwa perilaku amarah sangat dibenci Allah swt. dan manusia
d. Berusaha belajar memiliki sikap lapang dada dan mudah memaafkan orang lain.

3. Akibat buruk sifat ghadab atau pemarah antara lain :
a. Dibenci Allah, Rasul-Nya, dan manusia.
b. Dapat merusak iman seseorang.
c. Menimbulkan dendam dan sakit hati.
d..Menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan , sehingga merusak persahabatan dan persaudaraan.









BAB 3
A.   Hasad
1. Pengertian Hasad
Hasad (dengki) secara bahasa berarti menaruh perasaan benci, tidak suka karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain. Secara istilah ialah usaha seseorang untuk mempengaruhi orang lain supaya tidak senang terhadap orang yang memperoleh keberuntungan atau karunia dari Allah swt. Hasad biasanya timbul karena adanya permusuhan dan atau persaingan untuk saling menjatuhkan. Hasad merupakan penyakit rohani yang sangat berbahaya, karena harus dijauhi. Apabila dibiarkan ,akan dapat merusak dan menghilangkan semua amal kebaikan seseorang.
Rasulullah saw. bersabda :
Artinya : “jauhkanlah dirimu dari sifat hasad karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan , ibarat api yang membakar kayu.” (HR. Abu Daud )
Contoh Hasad; mencemarkan nama baik orang lain, menjelek-jelekan orang lain karena iri, dan suka memusuhi orang lain.

2. Menghindari Perilaku Hasad
Cara menghindari perilaku hasad antara lain :
a. Berusaha untuk mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah swt.
b. Menyadari bahwa perilaku hasad sangat berbahaya dan harus dijauhi
c. Menyadari bahwa perilaku hasad dapat menghapus segala kebaikan yang dilakukan
d. Berpikir positif atas segala kejadian yang menimpa kita.
e. Tetap percaya diri dan optimis dengan kekurangan yang kita miliki.
    


Read More